Selasa, 17 Januari 2017

commodity Commodity

Minyak Menguat Di Tengah Spekulasi Menguatnya Permintaan Di AS

Jumat, 11 April 2014 9:06 WIB
Dibaca 512

Monexnews -

Minyak West Texas Intermediate menunju kenaikan mingguan di tengah spekulasi bahwa permintaan di AS akan naik seiring pulihnya sektor kerja. Sementara itu premi minyak Brent menyusut ke level terkecil sejak bulan September setelah Libya mengatakan bahwa mereka siap untuk meningkatkan ekspor.

Nilai kontrak minyak berjangka hanya sedikit berubah di New York dan naik sebesar 2% pada pekan ini. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran lebih sedikit pada pekan lalu dari pada waktu kapan pun sebelum resesi terakhir, menurut data dari departemen tenaga kerja. Premi minyak Brent terhadap WTI menyempit menjadi $4.06 per barel kemarin seiring badan usaha milik negara National Oil Corp. meningkatkan produksinya di terminal Hariga, yang di serahkan pemberontak kepada pemerintah Libya.

“Ada alasan yang kuat untuk membaiknya pasar kerja di AS dalam sebulan atau dua bulan kedepan, dan itu baik untuk permintaan minyak,” kata Ric Spooner, kepala analis di CMC Markets di Sydney yang memprediksi bahwa investor mungkin akan menjual kontrak WTI jika harga naik mencapai $105.20 per barel. “Faktor lainnya yang yang mendorong harga minyak adalah Libya dan negosiasi tentang apakah mereka akan mengembalikan beberapa jumlah kapasitas mereka atau tidak.”

Minyak WTI untuk kontrak bulan Mei bergerak di kisaran $103.20 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantil exchange, turun sebesar 20 sen pada pukul 09.00 wib. Kontrak tergelincir sebesar 20 sen menjadi $103.40 pada waktu kemarin. Volume dari semua kontrak berjangka yang di perdagangkan sekitar 54% di bawah rata-rata pergerakan 100 hari. Harga minyak telah naik sebesar 4,9% pada tahun ini.

Libya adalah produsen terkecil di antara 12 anggota OPEC di tengah para pemberontak mencari aturan sendiri di dalam pengiriman yang terganggu di wilayah timur negara tersebut. Produksi dari negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di Afrika rata-rata sebesar 250,000 barel perhari pada bulan lalu, di bandingkan dengan produksi 1,4 juta barel pada setahun yang lalu, berdasarkan survey Bloomberg News.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar