Kamis, 27 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Menguat Karena Spekulasi Gangguan Output Libya

Rabu, 31 Desember 2014 9:14 WIB
Dibaca 425

Monexnews - Minyak naik untuk pertama kalinya dalam empat hari karena kecemasan bahwa terganggunya produksi di Libya mungkin akan mengurangi surplus suplai minyak global yang telah mendorong harga minyak ke level terendah lima tahun.

Output Libya telah turun dibawah 300,000 barel per hari, itu adalah yang terendah sejak bulan Mei, setelah para milisi mengalihkan serangan mereka ke fasilitas energi yang termasuk terminal ekspor terbesar di negara tersebut, berdasarkan estimasi dari Energy Aspects Ltd.

Minyak telah merosot sekitar 45% pada tahun ini, berada di jalur penurunan tahunan terbesar sejak tahun 2008, seiring produksi AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade yang mana itu telah berkontribusi terhadap surplus suplai global yang Qatar estimasikan saat ini surplus sebesar 2 juta barel per hari. Arab Saudi, yang memimpin kelompok OPEC untuk menolak seruan pemangkasan output, telah mengatakan bahwa mereka yakin bahwa harga akan rebound karena pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan permintaan.

"Pasar rebound karena masih berlangsungnya kecemasan tentang Libya," kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group di Chicago. Kelihatannya bahwa dinding pada ekspor AS akan segera turun. Ini adalah alasan lain untuk meng-cover posisi shorts anda."

Minyak WTI Februari naik sebesar 40 sen, atau kurang dari 1%, menjadi $53.90 di New York Mercantile Exchange setelah sebelumnya turun jauh ke $52.70, itu adalah level terendah sejak Mei 2009.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar