Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

commodity  Commodity

Minyak Menguat Setelah Penyerangan di Libya

Jumat, 6 Februari 2015 17:35 WIB
Dibaca 657

Monexnews - Minyak mentah diperdagangkan $2 lebih tinggi di hari Jumat setelah berita penyerangan di ladang minyak di Libya dan sinyal perekonomian AS yang menguat membantu minyak mentah rebound dari harga terendah dalam hampir 6,5 tahun. Harga masih 50% lebih rendah dari harga tertinggi dari pertengahan tahun lalu. Kenaikan ini masih terlalu dini untuk dianggap sebagai pemulihan karena peningkatan stok global dan suplai OPEC yang masih stabil.

Namun harga minyak mentah mendapatkan dukungan kenaikan dengan jumlah stok dari Libya yang diperkirakan akan berkurang. Libya merupakan produsen minyak kunci daerah Mediterania. Selain itu, data tenaga kerja AS yang tampak solid dan ekspektasi penurunan jumlah rig As yang menurun juga turut membantu penguatan minyak di akhir pekan.

"Libya sangat positif untuk harga minyak," ujar Olivier Jakob dari Petromatrix. Pasar menduga akan ada dampak penguatan dari laporan jumlah rig AS pekan lalu yang mengalami penurunan terbesar dalam hampir 30 tahun.

Sejauh ini minyak mentah diperdagangkan di kisaran $52.58 per barel di dekat level tertinggi $52.62 dan menjauhi level terendah $50.60. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar