Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Moody's turunkan peringkat kredit China, AUDUSD turun 20 pip ke 0.7453

commodity  Commodity

Minyak Mentah Alami Tahun Terburuk sejak Krisis 2008

Jumat, 2 Januari 2015 12:25 WIB
Dibaca 557

Monexnews - 2014 seakan menjadi periode buruk bagi komoditas minyak mentah. Crude oil menutup tahun di level terendahnya dalam 5 1/2 tahun terakhir pada hari Rabu kemarin (31/12).

Sejak bulan Juni lalu, harga minyak dunia konsisten tertekan hingga memecah beberapa level psikologis termurahnya. Minyak akhirnya menutup 2014 dengan penurunan tahunan terbesar ke-dua dalam sejarah perdagangan. Sebelum pasar ditutup hari Rabu kemarin, harga sempat naik dari posisi terendah harian. Data terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa jumlah persediaan memang turun dibandingkan prediksi, tetapi di saat yang sama volume stok di kilang Cushing, Oklahoma justru meningkat.

Harga minyak jatuh tajam sepanjang tahun karena Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memilih untuk mempertahankan target produksi di tengah tren pelemahan pasar. OPEC melihat harga masih kondusif meskipun suplai minyak dunia berlimpah akibat datangnya hasil produksi shale Amerika Serikat. Padahal sampai dengan saat ini volume permintaan tidak juga meningkat karena perekonomian negara maju, semacam China, sedang lesu. 

Harga minyak Brent ditutup pada posisi $57.33 per barel atau turun 57 sen pada sesi terakhir di bulan Desember. Selama empat hari beruntun, varian Brent berakhir di bawah level psikologis $60 per barel. Sementara harga minyak mentah Amerika turun 85 sen ke $53.27, setara penurunan 45% dibandingkan penutupan akhir tahun 2013 silam atau penurunan terburuk ke-dua dalam setahun sejak krisis 2008. Sedangkan kontrak berjangka minyak mentah memulai 2015 dari level $53.82 per barel.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar