Sabtu, 27 Mei 2017

commodity  Commodity

Minyak Mentah Flat Pasca Data Izin Membangun AS

Selasa, 16 Juni 2015 19:51 WIB
Dibaca 2364

Monexnews - Optimisme investor persediaan minyak mentah di AS akan kembali menurun mampu menjaga dampak penguatan Dollar AS usai rilis data sektor properti di bulan Mei yang mengungguli ekspektasi analis. Hasil survei terhadap analis yang dilakukan Reuters memprediksi data yang dikumpulkan lembaga pemerintah Energy Information Administration (EIA) pada pekan lalu akan berkurang sebanyak 1,8 juta barel, atau melengkapi penurunan selama tujuh pekan beruntun. Sebelum data EIA, asosiasi swasta American Petroleum Instititute (API) akan menyajikan laporan persediaan minyak mentah AS selama pekan lalu setelah pasar New York ditutup.

Perdagangan minyak mentah sempat melonjak di sesi Asia setelah laporan peringatan badai di dekat pantai Texas yang menjadi salah satu lokasi produksi dua produsen minyak raksasa Chevron dan Royal Dutch Shell. Pasar memprediksi potensi badai tersebut akan menghambat produksi di lokasi yang menghasilkan hampir seperlima dari output minyak mentah AS.

Sampai dengan pukul 21:46 WIB, penguatan Dollar usai data izin membangun AS membuat minyak mentah diperdagangkan di kisaran $59.70 per barel, dengan level tertinggi harian $60.34 dan level terendah harian $59.46. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar