Senin, 23 Januari 2017

commodity  Commodity

Minyak Menuju Penurunan 2 Pekan Beruntun

Jumat, 20 September 2013 8:09 WIB
Dibaca 519

Monexnews - Minyak pada perdaganan hari ini kembali diperdagangkan melemah, dan bersiap untuk penurunan dalam dua pekan beruntun. Minyak sebelumnya sempat menguat setelah Federal Reserve secara mengejutkan menyatakan mempertahankan program pembelian obligasi sebesar $85 miliar per bulan, sementara para analis telah memprediksi The Fed akan mengurangi pembelian obligasi sebesar $10 miliar menjadi $75 miliar per bulan. Keputusan tersebut membuat dollar anjlok dan menaikkan harga minyak.

 Minyak kembali melemah setelah Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan negaranya tidak menginginkan perang dan Iran tidak pernah mencoba mengembangkan senjata nuklir, dan dia memiliki kewenangan untuk bernegosiasi dengan AS. Komentar tersebut mengindikasikan Iran ingin memperbaiki hubungannya dengan AS sehingga meredam tensi geopolitik.

Selain itu dibukanya kembali pulihnya produksi minyak Libya juga menekan harga minyak.  Libya dikabarkan mulai memompa kembali 140.000 barel per hari di ladang El Feel dan 300.000 barel di ladang Sharara. Dua ladang tersebut sebelumnya ditutup demonstran.

Minyak saat ini diperdagangkan pada kisaran $105.44 per barel, dengan level tertinggi harian $105.80 dan terendah $105.39.  (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar