Rabu, 29 Maret 2017

commodity  Commodity

Minyak Merosot Diterpa Profit Taking

Selasa, 22 April 2014 22:55 WIB
Dibaca 538

Monexnews - Minyak mentah WTI merosot tajam pada sesi perdagangan sesi Amerika akibat diterpa aksi profit taking menyusul kemungkinan naiknya persediaan minyak AS.

Berdasarkan survei yang dilakukan Bloomberg, persediaan minyak AS untuk pekan yang berakhir 18 April diperkirakan naik 3 kita barel menjadi 397,1 juta barel, yang menjadi level tertinggi sejak bulan Mei 2013. Sementara persedian bensin diperkirakan turun 1,9 juta barel sementara minyak distilasi turun 300.000 barel. Kenaikan tersebut akan menjadi yang ke 13 dalam 14 pekan terakhir.

Pada pekan lalu Energy Infromnation Administration melaporkan persediaan minyak AS untuk pekan yang berakhir 11 April sebesar 394,1 juta barel, merupakan persediaan minyak terbesar sejak bulan Juni 2013. Produksi minyak juga dilaporkan naik menjadi 8,3 juta barel per hari, menjadi jumlah produksi tertinggi sejak bulan April 1988. American Petroleum Institute akan merilis data persediaan minyak AS hari ini, sementara Energy Information Administration akan meliris besok.

“Pasar bergerak turun akibat ekspetasi laporan kenaikan tingkat persediaan minyak besok. Persediaan minyak mendekati 400 juta barel, yang menjadi sangat bearish bagi pasar” kata Bob Yawger, dari Mizuho Securities USA Inc.

Minyak mentah WTI saat ini diperdagangkan pada kisaran $101.58 per barel, menjauhi level tertinggi harian $103,63. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar