Selasa, 30 Mei 2017

commodity  Commodity

Minyak Pulih Karena Pernyataan Dari Arab Saudi

Jumat, 19 Desember 2014 17:05 WIB
Dibaca 820

Monexnews - Minyak rebound dari level penutupan terendah sejak Mei 2009 di tengah tingginya volatilitas perdagangan dalam lebih dari tiga tahun seiring menteri perminyakan Arab Saudi mengatakan bahwa dia optimis dengan permintaan global di masa depan.

Minyak West Texas Intermediate naik sebanyak 2.6% di New York, memangkas penurunan untuk pekan ke empat. Indeks perkiraan untuk pergerakan di masa depan dan indeks nilai options berada di level tertinggi sejak Oktober 2011, menurut data yang di kompilasi oleh Bloomberg. Arab Saudi dan OPEC akan menemukan "kesulitan, bahkan tidak mungkin" untuk menyerahkan pangsa pasar dengan mengurangi suplai, kata menteri perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi.

Minyak telah merosot lebih dari 25% sejak Arab Saudi memimpin keputusan OPEC pada bulan lalu untuk mempertahankan target output kolektif mereka. Para produsen minyak AS terus memompa pada rekor tertingginya, berkontribusi terhadap melimpahnya minyak global dan meningkatkan spekulasi bahwa mereka akan bersaing dengan 12 anggota OPEC untuk perebutan pangsa pasar.

"Over suplai adalah nama permainan ini," kata Jonathan Barrat, kepala investasi di Ayers Alliance Securities di Sydney pada hari ini. "Pergerakan harga yang kita lihat adalah benar-benar negatif dan banyak volatilitas disana."

Minyak WTI bulan Januari naik sebanyak $1.39 menjadi $55.50 per barel di dalam perdagangan elektronik di Nymex dan saat ini bergerak di kisarab $55.20 pada pukul 17.05 wib. Kontrak Januari, yang berakhir hari ini, kemarin turun sebesar $2.36 menjadi $54.11 perbarel. Harga telah anjlok sebesar 45% pada tahun ini.

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar