Jumat, 22 September 2017

commodity  Commodity

Minyak Rally, Abaikan Data Manufaktur

Selasa, 2 April 2013 17:01 WIB
Dibaca 579

Monexnews - Harga minyak mentah kemungkinan akan memperpanjang rally-nya pekan ini, mengabaikan data yang menunjukkan aktivitas sektor manufaktur di dua negara perekonomian terbesar dunia melambat di bulan Maret, menurut hasil polling pasar minyak terkini, namun buruknya data tenaga kerja AS hari Jumat ini dapat menekan optimisme.

Meski data sektor manufaktur di Cina dan AS menunjukkan ekspansi pada output pabrik di bulan Maret, dengan berada di atas 50, namun aktivitas melambat dari bulan sebelumnya atau berada di bawah ekspektasi pasar. Data PMI resmi Cina yang dirilis Biro Statistik Nasional pada hari Senin naik menjadi level tinggi 11 bulan 50.9 di bulan Maret, namun berada di bawah perkiraan ekonom sebesar 52.

Data ekonomi di AS yang gagal memenuhi ekspektasi mungkin dapat berarti bahwa Federal Reserve akan meneruskan sikap akomodatif pada kebijakan moneter untuk waktu lebih lama, yang mana dapat berarti positif bagi bursa saham dan aset beresiko lainnya seperti minyak mentah, menurut sejumlah professional.

"Pasar minyak masih naik cukup banyak dibandingkan pekan lalu,” menurut Tom Weber, penasihat komoditas senior pada Portfolio Managers, Inc. Commodity Futures & Options di Los Angeles. Komitmen Fed untuk mendorong bursa saham dapat mengangkat harga minyak naik lebih tinggi. “Waspada terhadap pergerakan menguji area resisten pada $98 hingga $99. Jika gagal ditembus, minyak akan kembali turun menuju area $88," ucap Weber.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar