Selasa, 30 Mei 2017

commodity  Commodity

Minyak Rebound Di Tengah Pelemahan Dollar

Selasa, 9 Juni 2015 18:55 WIB
Dibaca 2211

Monexnews - Pelemahan Dollar dan ekspektasi stimulus di China mendukung penguatan pasar minyak mentah sebelum serangkaian laporan dari beberapa lembaga minyak. Minyak yang berdenominasi Greenback menjadi lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain ketika nilai tukar Dollar AS turun. Indeks Dollar nyaris flat menjelang rilis data tenaga kerja JOLTS Job Openings.

Inflasi konsumen China di bulan Mei dilaporkan lebih rendah dari ekspektasi maupun data sebelumnya. Hal ini memicu spekulasi pelonggaran moneter agar dapat memacu perekonomian negara konsumen minyak terbesar kedua dunia yang masih melambat.

Pekan ini investor minyak akan disuguhi rentetan laporan dari beberapa lembaga minyak. Usai penutupan pasar AS, lembaga API akan merilis data mingguan persediaan minyak mentah di AS. Data ini biasanya menjadi petunjuk data resmi yang dikeluarkan lembaga pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu malam. Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) juga akan mempublikasikan laporan bulanannya pada hari Rabu dan International Energy Agency (IEA) akan menerbitkan laporannya pada hari Kamis. Serangkaian laporan ini diharapkan dapat membantu investor menemukan petunjuk arah pergerakan pasar minyak.

Sampai dengan pukul 18:55 WIB, harga minyak mentah berada di level $59.34 per barel di dekat level tertinggi harian $59.52, dengan level terendah harian $58.21. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar