Senin, 27 Maret 2017

commodity  Commodity

Minyak Rebound, Namun Harga Kemungkinan Masih Volatile

Senin, 15 Desember 2014 16:43 WIB
Dibaca 684

Monexnews - Minyak mentah di perdagangkan choppy pada hari Senin menjelang perilisan data pada pekan ini dari China dan pertemuan Federal Reserve AS, seiring pasar tampaknya mencari isyarat kuat pada pertumbuhan di dua negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Harga minyak menyusut pada awal perdagangan namun harga berhasil kurangi kerugiannya dan bergerak ke wilayah positif seiring para pelaku pasar mempertimbangkan perkiraan pengurangan permintaan minyak pada hari Jumat oleh International Energy Agency dan laporan yang terganggunya suplai di Libya.

Minyak mentah AS bulan Januari di perdagangkan di kisaran $58.47 per barel, naik sebesar $0.66, atau 1.1% di sesi elektronik Globex. Sementara itu minyak Brent Januari di London naik sebesar $1.04, atau 1.7%, menjadi $62.89 per barel.

AS, China dan Eropa di jadwalkan akan merilis data ekonomi besar pada hari Selasa. "Ekspektasi untuk data PMI bulan ini di perkirakan seharusnya menyebabkan "harga minyak" anjlok lebih lanjut untuk pekan ini," kata Daniel Ang, analis di Phillip Futures. Dia mengatakan bahwa data pabrik yang kuat mungkin akan mendorong minyak Nymex ke level $61.81 dan minyak Brent ke $63.26 pada pekan ini.

Federal Reserve di jadwalkan akan bertemu pada pekan ini, dan pernyataan akan kebijakan moneter mereka akan di umumkan pada hari Rabu. Para analis perkirakan bahwa kenaikan suku bunga sudah pada jalurnya dan setiap hasil yang berdampak pada dollar AS juga akan menggerakan harga minyak.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar