Rabu, 26 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Rebound Setelah Data China Yang Optimis

Selasa, 23 September 2014 10:10 WIB
Dibaca 689

Monexnews - 

Minyak Brent naik dari level terendah sepekan setelah indeks manufaktur China hasilnya lampaui estimasi, sinyalkan untuk adanya kenaikan permintaan dari negara konsumen minyak terbesar di dunia tersebut. Selain itu minyak West Texas Intermediate juga naik di New York.

Kontrak berjangka Brent naik sebanyak 0.4% di London. Indeks awal PMI dari HSBC Holdings Plc and Markit Economics berada di level 50.5 di bulan September, di bandingkan dengan estimasi median di level 50 dalam survei Bloomberg dan pembacaan akhir di level 50.2 untuk bulan Agustus. Cadangan bensin AS kemungkinan menyusut sebanyak 300,000 barel pada pekan lalu, di tunjukan dalam survei terpisah sebelum Energy Information Administration merilis laporannya besok.

"Data PMI telah mengurangi kecemasan di pasar bahwa pemintaan minyak mentah di China akan terpengaruh oleh pertumbuhan yang melambat," kata Hong Sung Ki, seorang analis di Samsung Futures Inc., di Seoul pada hari ini. "Untuk hari ini, ini akan menjadi alasan yang mendukung untuk harga yang lebih tinggi."

Minyak Brent untuk settlement bulan November naik sebanyak 37 sen menjadi $97.34 per barel di bursa ICE Futures Europe dan saat ini bergerak di kisaran $97.30. Brent turun sebanyak $1.42 menjadi $96.97 pada saat kemarin, itu adalah level penutupan terendah sejak 15 September. Harga telah turun sebanyak 12% pada tahun ini.

Minyak WTI untuk bulan November menguat sebanyak 48 sen, atau 0.4%, menjadi $91.35 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar