Selasa, 24 Oktober 2017

commodity  Commodity

Minyak Tergelincir Menjelang Perilisan Data China

Senin, 20 Januari 2014 8:22 WIB
Dibaca 590

Monexnews -

Minyak West Texas Intermediate tergelincir dari penutupan tertinggi dalam dua pekan sebelum di rilisnya data yang menunjukkan laju produksi industri di China menurun pada bulan lalu, yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Minyak berjangka melemah sekitar 0.4%. Produksi pabrik mungkin akan naik 9.8% di bulan Desember, menurut hasil survey Bloomberg sebelum di rilisnya data oleh biro statistik nasional di Beijing. Itu di bandingkan dengan kenaikan 10% di bulan  November . Minyak WTI di tutup dengan kenaikan mingguan pertama sejak bulan Desember di tengah tanda-tanda tumbuhnya ekonomi AS, negara konsumen minyak terbesar di dunia.

“China adalah  kunci” dalam jangka pendek, kata Robin Mills, kepala konsultasi di Manaar Energy Consulting and Project Management di Dubai.” Ini sangat penting untuk memantau untuk setiap pelemahan. Saya pikir permintaan di China akan lebih sensitif daripada di AS dan Eropa.”

Minyak untuk bulan Februari saat ini bergerak di $94.10 per barel, turun sebanyak 27 sen, dalam perdagangan elektronik pada pukul 08.18 wib. Minyak untuk kontrak bulan Februari yang akan berakhir besok, naik sebanyak 17 sen menjadi $94.37 pada tanggal 17 Januari, level tertinggi sejak 2 Januari. Volume dari semua kontrak berjangka yang di perdagangkan berada sekitar 74% di bawah rata-rata pergerakan 100 hari.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar