Minggu, 17 Desember 2017

commodity  Commodity

Minyak Terpuruk Seiring OPEC Tampaknya Tolak Pangkas Produksi

Kamis, 13 November 2014 17:46 WIB
Dibaca 840

Monexnews - Minyak Brent perpanjang pelemahannya di bawah $80 per barel, turun ke level terendah empat tahun di tengah tanda-tanda OPEC masih belum bersedia untuk mengurangi produksinya untuk menurunkan kelebihan suplai global. Minyak West Texas Intermediate turun di New York.

Kontrak Brent berjangka tergelincir sebanyak 1.3% di London ke level terendah sejak September 2010.

Menteri perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi  kemarin mengatakan bahwa negaranya berkomiten untuk menstabilkan pasar serta menyatakan bahwa spekulasi pada perang harga dalam di Organization of Petroleum Exporting Countries "tidak memiliki dasar dalam realita yang ada." Cadangan minyak mentah di AS kemungkinan akan naik untuk pekan keenam, ditunjukkan dalam survei Bloomberg sebelum pemerintah merilis laporannya pada hari ini.

Minyak telah jatuh ke pasar bear seiring para pemimpin negara OPEC menolak seruan untuk mengurangi produksi dan malahan mengurangi harga ekspor ke AS, dimana produksi naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga puluh tahun. Venezuela, Libya dan Ekuador telah meminta untuk adanya tindakan untuk mencegah penurunan harga lebih lanjut. OPEC dijadwalkan akan bertemu di Vienna pada bulan ini.

"Orang-orang menyadari bahwa tidak mungkin anda melihat pengurangan produksi pada pertemuan OPEC di tanggal 27 November nanti," dan itu telah mendorong harga minyak turun lebih jauh lagi, kata Jeff Currie, kepala analis komoditas di Goldman Sachs Group Inc di New York pada hari ini. "Ketika kita melihat produksi minyak AS, itu cukup mengejutkan dengan produksi yang terus meningkat."

Minyak Brent untuk kontrak Desember, yang akan berakhir hari ini, turun sebanyak 89 sen, atau 1.11% menjadi $79.49 di London. Sementara itu minyak WTI turun sebanyak 28 sen di $76.90 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. WTI kemarin melemah sebanyak 76 sen menjadi $77.18, itu adalah yang terendah sejak penutupan Oktober 2011. Harga minyak WTI telah melemah sebanyak 22% pada tahun ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar