Jumat, 28 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Terseret Penguatan Dollar dan Outlook Pesimis

Rabu, 20 Mei 2015 4:22 WIB
Dibaca 10461

Monexnews - Pasar minyak mentah merosot ke level terendah tiga-pekan, tertekan penguatan Dollar AS dan prediksi pesimis Goldman Sachs Group untuk beberapa bulan mendatang. Dollar menguat setelah Euro terpukul rencana ECB memprioritaskan QE di tengah musim liburan dan kuatnya angka dari pasar property AS membuat komoditas yang diperdagangkan dengan Dollar AS, seperti minyak, menjadi kurang menarik bari investor yang memegang mata uang lain.

Goldman Sachs, yang dikutip media Bloomberg, memprediksi harga minyak akan kembali ke level $45 di bulan Oktober menimbang produsen minyak kini bisa mendapatkan modal lebih sehingga bisa memperpanjang surplus persediaan sekaligus dapat membebani harga. Lebih lanjut, produksi masih berpotensi bertumbuh di tahun 2016 walau dengan jumlah rig aktif yang telah berkurang. Sumur pengeboran bisa dengan cepat diaktifkan kembali dan dapat menambahkan setidaknya 250.000 barel per hari, menurut Goldman Sachs.

Pasar juga tidak banyak terpengaruh laporan API yang mencatat terdapat penurunan persediaan minyak mentah di AS di minggu ketiga, sesuai prediksi. Selama pekan lalu, persediaan minyak mentah mingguan AS turun sebanyak 5,2 juta barel. Sementara persediaan minyak mentah mingguan di pusat pengiriman Cushing berkurang 217.000 barel.

Perdagangan minyak mentah WTI berakhir di level $57.30 per barel, di dekat level terendah harian $57.09 dengan level tertinggi harian $59.63. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar