Senin, 22 Mei 2017

commodity  Commodity

Minyak Tersungkur Di Tengah Perkiraan Melambatnya Manufaktur China

Selasa, 21 Januari 2014 8:49 WIB
Dibaca 583

Monexnews -

Minyak West Texas Intermediate turun sebelum di rilisnya data yang di perkirakan akan menunjukkan melambatnya manufaktur di China, negara konsumen terbesar kedua di dunia.

Minyak berjangka turun sebanyak 1% di New York setelah berakhir di level tertinggi dalam dua pekan pada tanggal 17 Januari. Lantai perdagangan di AS kemarin di tutup untuk hari libur Martin Luther King Jr. Indeks pembelian dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics mungkin akan turun menjadi 50.3 pada bulan ini dari 50.5 di bulan Desember, menurut survey Bloomberg News sebelum data di rilis pada tanggal 23 Januari. Produksi pabrik China melambat pada bulan lalu, di tunjukan dalam laporan pemerintah kemarin.

Minyak WTI untuk pengiriman bulan Februari turun sebanyak 94 sen menjadi $93.43 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan saat ini berada di kisaran $94.05 pada pukul 08.46 wib. Transaksi kemarin akan di bukukan dengan perdagangan hari ini karena libur AS. Kontrak minyak berjangka yang akan berakhir pada hari ini, naik sebanyak 41 sen menjadi $94.37 pada tanggal 17 Januari, level tertinggi sejak 2 Januari.

Sementara itu minyak Brent untuk harga settlement bulan Maret turun sebanyak 13 sen menjadi $106.35 per barel pada bursa ICE Futures Europe kemarin. MInyak patokan Eropa akhiri sesi pada premi $1.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar