Selasa, 28 Maret 2017

commodity  Commodity

Minyak Tertekan Menjelang Laporan Persediaan Minyak AS

Selasa, 29 Oktober 2013 23:46 WIB
Dibaca 447

Monexnews - Harga minyak mentah dunia bergerak negatif pada hari Selasa menjelang rilis data yang diperkirakan akan memperlihatkan kenaikan pasokan minyak mentah AS sepanjang pekan lalu. Serangkaian data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan kehati-hatian pelaku pasar menjelang rapat kebijakan Federal Reserve juga turut berkontribusi terhadap pelemahan harga ‘emas hitam’. Namun berita mengenai penurunan ekspor minyak mentah Libya nampaknya masih mampu membatasi pelemahan harga.

Saat ini harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Desember diperdagangkan pada kisaran $98.30 atau sekitar 0,3%.

Laporan American Petroleum Institute (API) diperkirakan akan memperlihatkan stok minyak mentah AS meningkat 3,5 juta barrel pada pekan yang berakhir pada 26 Oktober lalu. Sedangkan data resmi persediaan minyak mentah AS baru akan dirilis Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu.

Tekanan negatif juga dihadirkan dari beberapa data ekonomi utama AS yang secara mengejutkan menunjukkan angka lemah. Penjualan ritel AS merosot 0,1% pada bulan September, yang mementahkan ekspektasi kenaikan 0,2%, menyusul turunnya pembelian kendaraan. Harga pangan yang lebih rendah juga telah menekan harga produsen AS pada bulan lalu, yang harus turun 0,1% setelah mencatat kenaikan 0,3% pada bulan Agustus. Sementara shutdown sebagian pemerintah AS yang berlangsung selama 16 hari telah memukul kepercayaan konsumen, terindikasi dari anjloknya indeks kepercayaan konsumen AS menjadi 71,2 pada bulan Oktober dari 80,2 pada bulan sebelumnya.

Data-data ekonomi AS yang terus menunjukkan pelemahan pada gilirannya akan menggerus prospek pertumbuhan permintaan dari konsumen minyak mentah terbesar di dunia tersebut.

Dari Afrika Utara, sebuah laporan menunjukkan ekspor minyak Libya kembali mengalami penurunan tajam. Ekspor minyak mentah Libya anjlok ke kisaran 90.000 barrel per hari atau tidak sampai 10% dari kapastitas normal mereka, yang menjaga kecemasan tentang potensi gangguan pasokan minyak global.

Para analis berpendapat bahwa hilangnya sebagian besar ekspor minyak Libya, berlanjutnya aksi kekerasan di Irak, serta beberapa permasalahan yang menimpa produsen utama lainnya telah menghapus pasokan lebih dari 3 juta barrel per hari dari pasar minyak. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar