Selasa, 17 Januari 2017

commodity Commodity

Minyak Terus Merosot Di Tengah Melambatnya Data Pabrik China

Senin, 20 Januari 2014 10:41 WIB
Dibaca 603

Monexnews -

Minyak West Texas Intermediate tergelincir dari harga penutupan tertinggi dalam dua pekan setelah data pemerintah menunjukkan produksi industri di China melambat pada bulan lalu, negara konsumen terbesar kedua di dunia.

Minyak berjangka melemah sekitar 0.8% di New York. Produksi pabrik naik sebesar 9.7%, berdasarkan laporan dari Biro Statistik Nasional China. Itu lebih rendah daripada estimasi median untuk kenaikan 9.8% dalam survey Bloomberg dan ekspansi terlambat dalam lima bulan. Minyak WTI di tutup dengan penguatan mingguan pertama sejak bulan Desember pada tanggal 17 Januari di tengah tanda-tanda akan berlanjutnya pemulihan ekonomi AS, negara konsumen minyak terbesar di dunia.

“China adalah kunci pergerakan minyak dalam jangka pendek, ujar Robin Mills, kepada konsultan di Manaar Energy Consulting and Project Management di Dubai. “ Sangat penting untuk terus melihat setiap tanda-tanda pelemahan. Saya pikir permintaan di China lebih sensitig terhadap pergerakan harga daripada di AS dan Eropa.”

Minyak WTI untuk pengiriman bulan Februari turun sebanyak 72 sen menjadi $93.65 perbarel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantil Exchange, dan saat ini bergerak di kisaran $93.85 pada pukul 10.24 wib. Kontrak minyak untuk bulan Februari yang akan berakhir besok , naik sebanyak 41 sen menjadi $94.37 pada tanggal 17 Januari, penutupan tertinggi sejak 2 Januari. Kontrak berjangka bulan Maret  turun sebanyak 65 sen di $93.94. Volume dari smeua kontral berjangka yang di perdagangkan sekitar 24% di bawah rata-rata pergerakan 100 hari.

(fsyl)

minyak, China,

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar