Monexnews - Minyak stabil dekat level tinggi tiga bulan seiring investor tetap khawatir akan terganggunya supplai akibat kisruh Timur Tengah. Investor masih cemas dengan potensi perang Israel-Iran setelah menteri pertahanan Matan Vilnai utarakan perang dengan Iran dapat berlangsung sebulan dan berpotensi menimbulkan korban 500 orang. "Rakyat Israel tidak perlu histeris. Israel kini lebih siap menghadapi serbuan," ujar Vilnai. Pernyataan ini senada dengan laporan media Israel dalam seminggu terakhir yang isyaratkan bahwa Israel mungkin akan menyerang fasilitas nuklir Iran sebelum pemilu presiden AS di bulan November.
Data kemarin juga tunjukan berkurangnya supplai minyak di AS. Cadangan minyak AS berkurang sebanyak 3,7 juta barel; lebih banyak dari prediksi penurunan 2 juta barel. Investor khawatir supplai minyak di AS akan masih terganggu seiring belum redanya musim badai yang dapat menganggu operasi kilang minyak. (fr)

Komentar