Commodity

Minyak Turun Tajam Setelah Proyeksi Permintaan Dipangkas

Jumat, 10 Agustus 2012 16:47 WIB
Dibaca 448

Monexnews -

Minyak mentah berjangka anjlok di hari Jumat, setelah EIA memperingatkan potensi penurunan permintaan komoditas seiring laju pertumbuhan ekonomi global yang cukup lemah, apalagi data surplus neraca perdagangan China mengalami penyusutan.

Surplus neraca perdagangan China menyusut menjadi $25.1 milyar di bulan Juli, dibawah estimasi sebesar $35.2 milyar, sedangkan ekspor hanya naik 1% dibandingkan tahun sebelumnya, jatuh dibawah ekspektasi atas kenaikan ekspor 8%.

Data ini turut memicu pengalihan resiko ke aset yang relative aman seperti Dollar, dan menekan harga minyak di bursa.

Terpantau sejauh ini harga minyak mentah berjangka AS untuk kontrak bulan September anjlok -1.23% ke level $92.48, setelah meraih titik tertinggi harian di $94.11 dan level terendah intraday di $92.45 per barrel.

Sentimen market di pasar minyak menjadi negatif setelah IEA memperkirakan permintaan tahunan minyak berpotensi turun 0.9 juta barrel per hari di 2012, sedangkan dari sisi supply, diperkirakan mengalami kenaikan supply sebesar 0.3 juta barrel per hari.

(Sap)

Lihat Disclaimer

Kirim Komentar Anda



Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar