Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

commodity  Commodity

Minyak WTI Anjlok Seiring Cadangan Minyak AS Capai Level Tertinggi 83 Tahun

Kamis, 24 April 2014 2:46 WIB
Dibaca 629

Monexnews -

Minyak berjuang pada hari Rabu, setelah data mingguan menunjukkan cadangan minyak mentah AS mencapai rekor tertinggi, meskipun akhirnya harga dapatkan beberapa dukungan dari krisis yang berlangsung di Ukraina.

Cadangan minyak mentah AS melonjak sebesar 3.5 juta barel menjadi 397.6 juta barel pada pekan lalu, kata Energy Information Administration. Itu adalah level tertinggi sejak mulai di catat di tahun 1982, dan jauh lebih besar daripada yang di prediksi analis. Pada saat yang sama, cadangan di Cushing, Oklahoma, yang merupakan titik pengantaran minyak WTI turun sebanyak 788.000 barel ke level terendah dalam hampir lima tahun.

Minyak Brent untuk kontrak bulan Juni berbalik sedikit menguat untuk di perdagangkan 20 sen lebih rendah di bawah $109. Brent berakhir dengan turun 68 sen, atau 0.6% pada hari Selasa dalam penurunan terbesar dalam satu hari dalam dua pekan terakhir.

Minyak WTI untuk kontrak bulan Juni turun sebanyak 31 sen untuk settle di $101.44 per barel, setelah melemah lebih dari 2% selama sesi sebelumnya seiring berakhirnya kontrak bulan Mei, itu merupakan penurunan terdalam dalam hampir empat bulan.

Penurunan dalam minyak WTI memperlebar premi terhadap Brent ke level teebesar dalam sebulan. Kontrak minyak AS sedikit pulih, meskipun, setelah selisih antara dua minyak patokan bertahan di $8.18 per barel dalam pergerakan rata-rata 200 hari. Moving Average adalah indikator teknikal utama yang di pantau oleh trader.

Kesepakatan yang di capai pada pekan lalu di Ukraina secara resmi berakhir pada hari Rabu seiring pemerintah mengatakan “gencatan senjata Paskah,” sudah berakhir, mereka besumpah untuk memburu kelompok bersenjata pro-Rusia di timur Ukraina. Krisis di Ukraina telah mendukung harga minyak atas kecemasan bahwa negara Barat mungkin akan meningkatkan sanksi terhadap Rusia, yang merupakan eksportir kedua terbesar di dunia.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar