Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

commodity  Commodity

Minyak WTI Catat Penurunan Empat Bulan Beruntun

Sabtu, 1 November 2014 5:07 WIB
Dibaca 600

Monexnews - Minyak melemah pada hari Jumat, mencatat penurunan dalam empat bulan beruntun akibat penguatan dollar menyusul stimulus tambahan dari Bank of Japan. Minyak yang sebelumnya tertekan akibat melimpahnya persediaan semakin merosot akibat penguatan dollar tersebut. Minyak mentah WTI juga mencatat penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Output minyak mentah AS naik ke rekor tertinggi 8,97 barel per hari, berdasarkan data dari EIA sejak bulan Januari 1983. Menurut EIA, persediaan minyak AS telah naik 23 juta barel dalam empat pekan terakhir. 

Tekanan lainnya datang dari survei Reuters yang menunjukkan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) nyaris tidak berusaha untuk memangkas produksi minyak meski harga minyak terus merosot.

Minyak mentah WTI pada perdagangan Jumat ditutup pada level $80,70 per barel, dengan level tertinggi harian $81,77 dan terendah $79,55. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

ilham 1 November 2014
Mungkin ini sinyal yang menandakan pergerakan harga minyak akan kembali ke range harga 75.00 - 83.50 per barel.
Tapi andai itu benar, maka bisa di pastikan kondisi ekonomi makin jadi tidak terkendali.
Karena penurunan harga di samping bisa menguntungkan bagi beberapa negara, namun juga berdampak besar bagi kelangsungan mayoritas cadangan minyak itu sendiri.
Khususnya bagi negara pengimpor yang mungkin bisa lebih boros lagi pemakaian bahan bakar nya krna melimpahnya stok dan harga yang murah.
Misal nya Tiongkok yang beberapa waktu lalu meningkatkan jumlah impor mereka.
Nah ini bisa di indikasikan beberapa kemungkinan.
Ini bertolak belakang dengan isu Green-Earth yang notabene penghematan bahan bakar.