Senin, 23 Oktober 2017

commodity  Commodity

Minyak WTI Melemah Atas Spekulasi Turunnya Permintaan

Kamis, 3 April 2014 11:35 WIB
Dibaca 544

Monexnews -

Minyak West Texas Intermediate turun untuk hari ke empat, ini merupakan penurunan terpanjang berturut-turut dalam tiga bulan terakhir, di tengah spekulasi akan berkurangnya pertumbuhan di China dan AS yang akan membatasi permintaan di negara yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

Kontrak minyak berjangka turun sekitar 0.4% pada hari ini. China menguraikan paket belanja untuk mendukung ekonomi mereka di tengah berlanjutnya tanda-tanda perlambatan ekonomi. Sebuah ukuran dari konsumsi bahan bakar di AS turun ke level terendah sejak bulan Juni, ini di tunjukan dalam data pemerintah, seiring investor mempertimbangkan komentar dari ketua Fed Janet Yellen bahwa stimulus akan di perlukan untuk “beberapa waktu ke depan,”. NATO berjanji untuk meningkatkan dukungan untuk negara Eropa timur yang terkesima atas aneksasi Crimea oleh Rusia.

“Anda dapat mengambil kesimpulan dari resiko geopolitik, komentar Yellen, di tambah dengan berkurangnya kinerja ekonomi di China serta sebuah lingkungan yang tidak mendukung tingginya harga minyak,” kata Jonathan Barratt, CEO di Barratt’s Bulletin di Sydney yang memprediksi bahwa investor mungkin akan membeli kontrak minyak WTI ketika turun di kisaran $98.50 per barel. “Reli yang kita lihat telah terkontraksi.”

Minyak WTI telah turun sebanyak 45 sen menjadi $99.17 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $99.39 pada pukul 11.34 wib. Volume dari semua kontrak berjangka yang di perdagangkan sekitar 15% di bawah rata-rata 100 hari.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar