Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

commodity Commodity

Minyak WTI Pertahankan Penguatannya Dari Laporan EIA

Kamis, 6 November 2014 16:41 WIB
Dibaca 498

Monexnews - Minyak West Texas Intermediate pertahankan penguatannya dari kenaikan terbesar dalam dua pekan setelah data pemerintah menunjukkan cadangan minyak mentah turun di hub kilang terbesar di AS. Minyak Brent stabil di tengan Libya menutup kilang minyak utama mereka.

Kontrak berjangka hanya sedikit berubah di New York setelah kemarin naik sebesar 1.9%. Suplai minyak mentah di Cushing, Oklahoma, yang merupakan titik pengantaran untuk kontrak WTI, menyusut sebanyak 551,000 barel pada pekan lalu, itu adalah penurunan pertama dalam empat pekan, di laporkan oleh Energy Information Administration. Libya hentikan kilang Sharara milik mereka yang telah terganggu oleh aksi pemogokan dan kekerasan di masa lalu, menurut dua orang yang mengetahui hal tersebut secara langsung.

Minyak di perdagangkan di pasar bear di tengah tanda-tanda bahwa suplai global melampaui permintaan. Di pimpin oleh para produsen OPEC yang telah menolak seruan untuk mengurangi produksi seiring mereka sedang bersaing dengan AS, yang memompa pada laju tercepat dalam lebih dari 30 tahun. Harga minyak yang jatuh telah "mencemaskan semua orang," kata Menteri Luar Negeri Venzuela, Rafael Ramires ketika dia bertemu dengan Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali Al-Naimi kemarin.

"Ini adalah titik balik untuk cadangan minyak mentah AS untuk kurangi ekspansinya dan mulai untuk turun di tengah kilang minyak meningkatkan tingkat operasional mereka untuk memenuhi permintaan minyak pemanas di musim dingin," kata Kang Yoo jin, seorang analis komoditas di Woori Investment & Securities Co. di Seoul pada hari ini. "Minyak mungkin akan pulih dalam tiga bulan kedepan karena harga yang rendah dapat menyebabkan masalah untuk para pemain minyak shale AS dan produsen Kanada."

Minyak WTI bulan Desember bergerak di kisaran $78.80 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik sebesar 12 sen pada pukul 16.36 wib. Kontrak kemarin naik sebesar$78.68. Harga WTI telah melemah sebesar 20% pada tahun ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar