Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

commodity Commodity

Minyak WTI Turun Tajam, Sentuh Level Terendah Sejak Februari

Kamis, 7 Agustus 2014 2:57 WIB
Dibaca 659

Monexnews -

Harga minyak mixed pada hari Rabu, dengan minyak WTI berakhir di level terendah baru dalam enam bulan, meskipun data pemerintah menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam cadangan minyak mentah dan penurunan tajam yang tak terduga dalam cadangan bensin.

Kompleks minyak mentah mengalami rebound moderat, setelah data menunjukkan kenaikan permintaan di Amerika Serikat dan dapatkan dukungan yang di dasari oleh kekhawatiran atas masalah geopolitik.

The U.S. Energy Information Administration mengatakan bahwa cadangan minyak mentah AS turun sebanyak 1.8 juta barel, penurunan itu lebih kecil dari yang di laporkan oleh grup industri API pada hari Selasa namun cukup untuk pertahankan rebound dalam kemerosotan harga. Cadangan bensin turun sebanyak 4.4 juta barel, itu menunjukkan kuatnya permintaan.

“Penurunan cadangan bensin dan minyak suling cukup impresif, dan penurunan lebih lanjut dalam cadangan minyak mentah seharusnya berikan kombinasi untuk dukungan pada harga minyak,” kata John Kilduff, seorang analis di Again Capital LLC di New Yorl.

Minyak Brent menguat 30 sen untuk berada di dekat $105 per barel, setelah pada hari Selasa berakhir di level terendah sejak 7 November. Sementara itu minyak WTI bulan September turun sebesar 46 sen untuk berakhir di $96.22 per barel, itu adalah level terendah sejak 3 Februari.

Cadangan minyak mentah di AS turun sebanyak 5.5 juta barel menjadi 363.9 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Agustus, data di tunjukan oleh American Petroleum Institute pada hari Selasa. Para analis yang di survei Reuters perkirakan untuk penurunan sebanyak 1.7 juta barel.

Harga minyak telah turun lebih dari $10 per barel dalam enam pekan terakhir. Suplai global telah berjalan di atas permintaan, itu menciptakan kelebihan suplai di Atlantic Basin dan Asia. Para trader telah menjadi semakin gugup tentang lemahnya permintaan musiman dan marjin operasional kilang yang rendah di pasar global yang di suplai baik dengan kualitas yang tinggi, seperti minyak WTI.

Namun permintaan di AS terus menguat. Penurunan dalam cadangan minyak AS datang setelah data ekonomi yang optimis pada pekan ini yang termasuk lonjakan dalam aktivitas sektor jasa ke level tertinggi dalam sembilan tahun dan kenaikan yang mengejutkan dalam pemesanan pabrik, tanda-tanda tersebut memungkinkan untuk permintaan minyak yang lebih baik akan segera datang.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar