Jumat, 20 Oktober 2017

commodity  Commodity

Nasib Harga Komoditi Ada di Tangan China

Kamis, 13 Juni 2013 13:23 WIB
Dibaca 556

Monexnews - Harga komoditi dunia rentan melemah kembali di semester II 2013 karena minimnya permintaan dari negara China. Tidak hanya itu, tingkat perekonomian negara maju yang sedang lesu kian membuat prospek harga tidak bagus. 

Tim anali Credit Suisse dalam laporannya menulis gejala perlambatan ekonomi makin merata di negara-negara maju. "Sudah jelas bahwa prospek kebangkitan ekonomi di semester II terus memudar," ulas Credit Suisse. Indikator yang paling menyedihkan antara lain data ekspor dan produksi industri China, yang jauh di bawah harapan pelaku pasar dunia. "Kami rasa China tidak akan mampu mencatat pertumbuhan sekitar 8% di tengah lesunya permintaan ekspor mereka," demikian Credit Suisse menambahkan. Peran China sebagai konsumen terbesar logam dasar sangatlah besar dalam peta pergerakan harga komoditi. Sayangnya, geliat ekonomi di negara ini sudah menurun sejak awal tahun dan imbasnya terlihat pada kinerja pasar komoditi. Harga minyak mentah saat ini terpantau di level $95.31 per barel dan emas bertengger di $1389.90 per ons.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar