Jumat, 28 Juli 2017

commodity  Commodity

Negosiasi Iran & Data China Memicu Rebound Minyak

Selasa, 12 November 2013 0:28 WIB
Dibaca 399

Monexnews - Harga minyak mentah berbalik menguat pada hari Senin setelah negosiasi program nuklir Iran akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan. Data ekonomi China yang lebih baik dari ekspektasi dan pelemahan Dollar AS juga turut berkontribusi memulihkan harga ‘emas hitam’ pada sesi perdagangan pertama pekan ini.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Desember diperdagangkan pada kisaran $95 per barrel atau sekitar 0,5% di atas harga penutupan hari Jumat.

Ketidakpastian kembali mengusik sentimen pasar minyak setelah negosiasi antara Iran dan 6 negara kekuatan utama dunia yang berlangsung di Jenewa akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan tahap awal, yang sempat mengangkat kembali kekhawatiran tentang resiko gangguan pasokan. Namun hal tersebut segera terimbangi oleh pemberitaan televisi pemerintah Iran, yang menyebutkan jika pemerintah telah setuju untuk memberikan lebih banyak akses kepada International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk menginspeksi fasilitas pengembangan nuklir yang dicurigai. Yang mungkin dapat menjadi modal penting menuju perundingan berikutnya pada 20 November mendatang.

Sementara beberapa analis menambahkan jika data ekonomi China yang positif pada akhir pekan lalu juga turut menopang rebound harga minyak mentah pada awal pekan ini. Output industri China dilaporkan berhasil tumbuh 10,3% pada bulan Oktober dari tahun sebelumnya, yang melampaui ekspektasi kenaikan 10% dari para ekonom. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar