Rabu, 18 Januari 2017

commodity Commodity

Obama Meminta Dukungan Menyerang Suriah, Minyak Menguat

Rabu, 4 September 2013 5:45 WIB
Dibaca 453

Monexnews - Minyak menguat setelah Presiden Barack Obama mencari dukungan Kongres untuk melancarkan aksi militer ke Suriah, mendorong kekhawatiran akan terganggunya pengiriman minyak dari Timur Tengah. Peningkatan data ekonomi AS dan China juga mendorong penguatan minyak. Barack Obama mendesak Kongres untuk mendukung penggunaan kekuatan militer terhadap Suriah, dan memenangkan dukungan dari kedua belah pihak di DPR untuk serangan terbatas terhadap pasukan Presiden Suriah Bashar al Assad.

Sementara itu Laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan sektor manufaktur AS berekspansi pada laju tercepat dalam 2 tahun di bulan Agustus. Data menufaktu dirilis sebesar 55.7 dari 55.4 pada bulan Juli. Sebelumnya HSBC  juga melaporkan indeks aktivitas manufaktur China kembali berekspansi, naik menjadi 50.1 pada bulan lalu. Dari zona Euro, hasil survey Markit juga mengkonfirmasi terjadinya pertumbuhan di sektor manufaktur pada bulan Agustus. Percepatan ekspansi bisnis di  Jerman telah mendorong indeks manufaktur blok Euro naik menjadi 51,4 ​​dari 50,3 pada bulan Juli.

Minyak pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level $108.40 per barel, dan saat ini diperdagangkan pada kisaran $108.49 per barel. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar