Minggu, 23 Juli 2017

commodity  Commodity

Oman Ikut Menyalahkan Keputusan OPEC

Kamis, 22 Januari 2015 10:31 WIB
Dibaca 919

Monexnews - Oman, negara produsen minyak non-OPEC terbesar di Timur Tengah, bergabung bersama Venezuela dan Iran dalam mempertanyakan keputusan OPEC untuk mempertahankan output meski dengan anjloknya harga minyak mentah. Oman sedang menghadapi "masa-masa sulit" akibat rendahnya harga minyak, ucap Menteri Perminyakan Oman Mohammed Al-Rumhy pada konferensi di Kuwait City. Standard & Poor memangkas outlook Oman menjadi negatif dari stabil pada tanggal 5 Desember lalu, terkait resiko bahwa penurunan harga minyak mungkin lebih dalam dari ekspektasi. Harga minyak mentah jenis Brent anjlok sebanyak 54% tahun lalu seiring OPEC mempertahankan target outputnya pada pertemuan tanggal 27 November guna mempertahankan bagian pasar tengah booming minyak shale AS yang menambah kelebihan suplai minyak global. Arab Saudi, negara produsen terbesar di OPEC, memimpin keputusan tersebut, sementara negara anggota lainnya Iran dan Venezuela menginginkan pemangkasan output.

“Saya benar-benar tidak dapat memahami bagaimana bagian pasar menjadi lebih penting daripada pendapatan,” ucap Al-Rumhy. “Kita telah menciptakan volatilitas, dan volatilitas buruk bagi bisnis.” Anggaran Oman di tahun 2015, di mana minyak dan gas alam mencakup 79% dari perndapatan pemerintah, didasarkan pada harga rata-rata minyak mentah pada $85 per barel, ucap Menteri Keuangan Darwish Al Balushi di bulan November. Produksi minyak Oman turun di bulan November menjadi 926,000 barel per hari, level terendah sejak Mei 2013, menurut data oleh situs Joint Organisations Data Initiative website.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar