Selasa, 24 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

commodity  Commodity

OPEC & China Bebani Minyak

Senin, 1 September 2014 14:19 WIB
Dibaca 602

Monexnews - Minyak mentah WTI diperdagangkan melemah di awal September ini, setelah pada pekan lalu berhasil mencatat penguatan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir. Naiknya produksi minyak OPEC, dan melambatnya aktivitas manufaktur China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, memberikan tekanan bagi pergerakan minyak hari ini. 

Survei dari Bloomberg menunjukkan produksi minyak OPEC pada bulan Agustus naik  891.000 barel per hari menjadi 31 juta barel per hari, merupakan level tertinggi dalam satu tahn terakhir. Sementara itu pemerintah China melaporkan indeks aktivitas manufaktur bulan Agustus melambat menjadi 51,1 sedkiti di bawah estimasi 51,2 dan bulan sebelumnya sebesar 51,7. Sementara HSBC melaporkan indeks aktivitas manufaktur final bulan Agustus sebesar 50,2, sedikit lebih rendah dari pengukuran pertama sebesar 50,3. Melambatnya aktivitas manufaktur China dikhawatirkan akan menurunkan permintaan minyak mentah dari negeri tiara bambu tersebut.

Minyak pada pekan lalu berhasil menguat 2,5% menyusul apiknya data pertumbuhan ekonomi AS memicu spekulasi akan peningkatan permintaan dari konsumen minyak terbesar di dunia tersebut. Selain itu permintaan akan bahan bakar juga diperkirakan naik pada pekan lalu setelah AAA, (kelompok otomotif terbesar di AS) memperkirakan sekitar 29,7 juta orang berencana untuk berpergian sekitar lebih dari 50 mil selama libur hari buruh, angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2008.

Minyak saat ini diperdagangkan pada kisaran $95,57 per barel menjauhi level tertinggi harian $95,88.(pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar