Rabu, 24 Mei 2017

commodity  Commodity

OPEC Perkirakan Kenaikan Output Minyak Iran, Irak, Libia

Rabu, 9 April 2014 22:59 WIB
Dibaca 589

Monexnews - OPEC, yang menyuplai 40% dari minyak dunia, akan mengakomodasikan tambahan output dari anggotanya yaitu Irak, Iran dan LIbia, ucap Sekjen OPEC Abdalla El-Badri, tanpa menjelaskan bagaimana cara melakukannya di bawah batasan output minyak OPEC. Organization of Petroleum Exporting Countries akan menunggu hingga tahun 2015 untuk mendiskusikan target output dengan Irak, yang saat ini beroperasi di luar sistem kuota produksi untuk masing-masing 11 negara anggota lainnya, ucap El-Badri hari ini di Doha, Qatar. OPEC memperkirakan peningkatan secara bertahap dari Irak dan Iran, sementara Libia mampu untuk menaikkan output minyaknya sebanyak 1 juta barel dalam waktu 1 bulan, ucapnya.

“Bukan masalah bagi OPEC untuk menyerap kenaikan produksi dari Irak dan Iran di tahun 2014,” ucap El-Badri. “Saat output minyak Libia kembali, kami akan mengakomodasikan hal tersebut karena tingkat produksinya berada dalam batasan kami.”

OPEC bersiap untuk menaikkan outputnya seiring tingkat produksi negara produsen minyak terbesar kedua miliknya yaitu Irak mencapai level tinggi 35 tahun dan pemerintahan Libia membuat kemajuan dalam diskusi dengan pemberontak yang menduduki lading minyak dan terminal ekspor di bagian Timur. Sanksi terhadap Iran Terkait program nuklirnya telah menekan tingkat produksi dan penjualan minyak Iran. OPEC berencana untuk menggelar pertemuan tanggal 11 Juni di Vienna untuk mengkaji ulang target output miliknya, yang saat ini berada pada 30 juta barel per hari.

Tingkat permintaan minyak global akan naik sebanyak 1,1 juta barel per hari di tahun 2014, dan OPEC akan memproduksi hingga 30 juta barel per hari hingga akhir tahun, ucap El-Badri. “Sudah tentu, para menteri dapat mengubah batas output tersebut saat pertemuan,” ucapnya. OPEC menyuplai 30.3 juta barel minyak per hari. OPEC masih belum menentukan bagaimana untuk memberikan ruang bagi potensi kenaikan output dair Irak, Iran, dan Libia, ucap El-Badri. “Kami akan mendiskusikan saat mereka akan membicarakan kenaikannya,” ucapnya. 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar