Rabu, 27 September 2017

commodity  Commodity

Outlook Persediaan Kembali Menghantui Minyak

Jumat, 27 Februari 2015 4:03 WIB
Dibaca 655

Monexnews - Harga minyak mentah turun seiring peningkatan stok minyak mentah di AS membayangi ekspektasi pulihnya permintaan. Minyak mentah WTI turun sekitar 5,5%, bertahan di kisaran $48 per barel.

Pelemahan harga minyak mentah tertahan bertambahnya pejabat Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang memberikan sentimen positif dengan melihat kuatnya kenaikan permintaan selama 6 bulan terakhir tahun 2015. Akhir tahun lalu OPEC memutuskan untuk tidak memotong produksinya walau harga anjlok, langkah yang dilihat pasar sebagai perlawanan terhadap produsen minyak shale AS. Turunnya jumlah rig aktif di AS yang menjadi harapan akan adanya pembatasan produksi minyak mentah juga menjadi faktor tambahan yang membatasi pelemahan minyak mentah.

Di lain pihak, stok minyak mentah AS masih terus meningkat. Untuk periode yang berakhir tanggal 20 Februari, Energy Information Administration (EIA) melaporkan adanya penambahan 8,4 juta barel stok minyak mentah AS menjadi total 434,1 juta barel, level tertinggi dalam data mingguan EIA sejak tahun 1982.

"Kita akan terus melihat peningkatan [stok] yang tinggi dalam beberapa pekan," ujar Tariq Zahir, Commodity Fund Manager dari Tyche Capital Advisors. "Sulit melihat rally yang berkelanjutan sampai ada produksi yang lebih rendah."

Menjelang penutupan, harga minyak mentah bertahan di kisaran $49 per barel, dengan level tertinggi harian %51.16 dan level terendah harian 47.78. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar