Selasa, 28 Maret 2017

commodity  Commodity

Pangeran Alwaleed: Minyak Shale AS Mengancam Perekonomian Saudi

Senin, 29 Juli 2013 18:09 WIB
Dibaca 1435

Monexnews - Milyarder Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, melontarkan keprihatinannya atas lonjakan produksi minyak shale AS, yang telah menekan permintaan global untuk minyak mentah dari negara-negara anggota Organization of Petroleum Exporting Countries.

Dalam sebuah surat terbuka pada tanggal 13 Mei silam yang ditujukan kepada Menteri Perminyakan Saudi, Ali al-Naimi dan beberapa menteri lainnya, Pangeran Alwaleed mengatakan bahwa kenaikan tajam produksi minyak shale berpotensi menggagalkan rencana Kerajaan Saudi untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak mentah menjadi 15 juta barrel.

Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar di dunia saat ini tercatat hanya memompa lebih sedikit minyak dari kapasitas produksi normal akibat konsumen membatasi impor minyak mereka, itu berarti bahwa "perekonomian kerajaan Saudi yang hampir sepenuhnya bergantung pada minyak tengah menghadapi ancaman," kata Pangeran Alwaleed. Perlu diketahui, bahwa sekitar 92% dari anggaran ekonomi Arab Saudi untuk tahun 2013 bergantung pada minyak.

Dalam laporan pasar minyak bulan lalu OPEC sendiri telah memperkirakan bahwa permintaan minyak mentah dari kartel tersebut akan mengalami kemerosotan pada tahun depan menjadi 29,6 juta barrel per hari, lebih dari 600.000 barrel per hari di bawah level tahun 2012. Sementara International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak mentah OPEC akan kian menurun pada tahun 2015 menjadi 29,2 juta barrel per hari, sebelum mulai meningkat secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar