Sabtu, 27 Mei 2017

commodity  Commodity

Parlemen AS Ingin Sanksi Iran Yang Lebih Ketat

Senin, 11 November 2013 11:46 WIB
Dibaca 390

Monexnews - Parlemen AS menginginkan sanksi ekonomi yang lebih ketat bagi Iran demi mencegah pelonggaran sanksi yang terlalu banyak dalam proses negosiasi Iran. Diplomat negara Barat dan Iran belum mencapai kesepakatan pada pertemuan Geneva kemarin namun negosiasi akan kembali dilanjukan dalam 10 hari mendatang. Iran ingin pelonggaran sanksi sebagai imbalan atas pengurangan aktivitas program nuklirnya. Namun, masih ada perbedaan atas seberapa banyak pelonggaran sanksi dan pengurangan aktivitas program nuklir yang diinginkan.

Meski proses negosiasi berikutnya hanya akan dihadiri oleh pejabat yang lebih rendah kedudukannya namun Inggris dan Rusia masih melihat kesempatan akan adanya kesepakatan. Pertemuan kemarin sebenarnya berlangsung lancar sebelum akhirnya muncul perbedaan dari negara Barat setelah Menteri Luar Negeri utarakan ketidak-setujuan atas proposal yang diajukan. Proposal masih berubaha untuk membatasi kapasitas nuklir Iran dan membuka peluang bagi inspeksi PBB atas kegiatan nuklir Iran. Sebagai imbalan, negara barat mengajukan pelonggaran sanksi bertahap dan terbatas; namun Iran ingin pengakhiran sanksi atas ekspor minyak dan transaksi perbankan.  (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar