Kamis, 27 Juli 2017

commodity  Commodity

Pasar Minyak Melemah Mendekati Rilis Data Baker Hughes

Jumat, 12 Juni 2015 22:45 WIB
Dibaca 14632

Monexnews - Nilai tukar Dollar yang berbalik melemah pasca data ekonomi AS tidak mampu memberikan dorongan penguatan harga minyak. Minyak mentah yang berdenominasi Dollar AS biasanya akan mendapatkan dorongan penguatan di tengah penurunan nilai tukar Greenback. Nilai tukar Dollar yang lebih rendah akan menjadikan minyak mentah lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Pasar minyak mentah mencemaskan potensi banjir persediaan minyak mentah global yang sudah melimpah. Arab Saudi membicarakan akan menyediakan tambahan persediaan minyak mentah dengan konsumen Indianya dan ini artinya eksportir Timur Tengah itu akan menambahkan rekor produksinya di bulan Mei yang mencapai 10,3 juta barel per hari. Penambahan persediaan dalam pasar yang sudah mencapai titik jenuh dapat menekan harga minyak mentah yang kini hanya 45% dari harga tertingginya yang dicapai setahun yang lalu.

Investor semakin gugup mendekati rilis data aktivitas pengeboran AS dari perusahaan Baker Hughes. Data mingguan jumlah rig aktif di AS diharapkan dapat memberikan petunjuk jumlah persediaan minyak mentah selanjutnya. Kini jumlah rig aktif di AS berada di level terndah sejak bulan Agustus 2016 dan sampai dengan pekan lalu jumlah rig aktif AS menurun selama 26 pekan beruntun.

Sampai dengan pukul 22:42 WIB, harga minyak mentah berada di level $59.91 per barel mendekati level terendah harian $59.71, dengan level tertinggi harian $60.60. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar