Selasa, 26 September 2017

commodity  Commodity

Pemberontak Libya Berkomitmen Untuk Tetap Membuka Pelabuhan Ekspor

Senin, 14 Juli 2014 12:12 WIB
Dibaca 567

Monexnews -

Para pemberontak di wilayah timur Libya berkomitmen untuk tetap membuka pelabuhan minyak terbesar di negara tersebut, yaitu Es Sider, dan mereka mengatakan jangan mengaitkan pada sebuah protes yang menutup terminal ekspor minyak yang lebih kecil. Minyak Brent di perdagangkan dekat level terendah dalam tiga bulan.

“Insiden ini, di pelabuhan Brega, tidak berikan dampak pada kesepakatan dengan pemerintah untuk membuka Es Sider, dan Ras Lanuf,” kata Ali al-Hasy, seorang juru bicara yang mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai pejabat eksekutif untuk wilayah Barqa. “ Kami bertahan dengan perjanjian dengan pemerintah. Terminal Es Sider dan Ras Lanuf akan tetap buka.”

Terminal Es Sider dan Ras Lanuf, adalah pelabuhan minyak terbesar ketiga Libya, memiliki gabungan kapasitas muatan harian sebesar 560,000 barel. Brega, yang di laporkan pada tanggal 12 Juli telah di tutup oleh para penjaga yang mencari bayaran yang lebih baik, dapat mengekspor sebanyak 60,000 barel per hari, berdasarkan data dari Kementrian Perminyakan.

Pejabat eksekutif untuk Braqa membuat aturan sendiri untuk wilayah timur tersebut yang juga di kenal dengan nama Cyrenaica. Mereka mengontrol empat pelabuhan minyak dari setahun yang lalu, mereka telah menyerahkan dua pelabuhan ke pemerintah di bulan April, dan akan menyerahkan dua lagi pada bulan ini.

Meskipun berlokasi di timur Libya, Brega tidak termasuk di antara empat pelabuhan yang di kuasai oleh para pemberontak, dan mereka terus menyuplai minyak ke kilang yang di kontrol oleh pemerintah yang berada di wilayah barat.

Kesepakatan tanggal 3 Juli lalu dimana para pemberontak Braga sepakat untuk menyerahkan Es Sider dan Ras Lanuf telah membantu mendorong harga minyak Brent turun. Minyak patokan untuk sebagian pasar global tersebut di tutup di $106.66 per barel pada tanggal 11 Juli, itu adalah level terendah dalam tiga bulan. Untuk kontrak bulan Agustus di perdagangkan di level terendah di $106.27 per barel pada hari ini di London.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar