Selasa, 28 Maret 2017

commodity  Commodity

Pengurangan Suku Bunga China Kembali Gairahkan Pasar Minyak

Sabtu, 22 November 2014 3:53 WIB
Dibaca 1176

Monexnews -  Minyak West Texas Intermediate dan Brent naik setelah China, yang merupakan negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia, mengurangi suku bunga untuk mendongkrak ekonominya.

Minyak WTI naik 0.9% dan Brent 1.3% setelah People Bank of China menurunkan biaya pinjaman dan suku bunga deposito untuk pertama kalinya sejak tahun 2012. Setengah dari 20 analis yang di survei oleh Bloomberg News memprediksi Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) akan mengurangi produksinya pada pertemuan pekan depan, sementara sisanya perkirakan tidak berubah.

"Pengumuman dari China di respon oleh semua orang dan kita melihat semua pasar bereaksi," ucap Bob Yawger, direktur divisi berjangka di Mizuho Securities USA Inc di New York. "Pengurangan suku bunga pinjaman yang menyebabkan persepsi bahwa permintaan bahan bakar akan menguat."

Minyak WTI untuk pengiriman bulan Januari menguat sebesar 66 sen untuk settle di $76.51 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga naik sebesar 0.9% pada pekan ini, ini adalah kenaikan mingguan pertama sejak September. Minyak berjangka sempat menyentuh level $73.25 pada tanggal 14 November, itu adalah level terendah sehak 21 September 2010.

Minyak Brent untuk settlement Januari naik sebesar $1.03 untuk akhiri sesi di $80.36 per barel di London. Kontrak naik sebesar 1.2% pada pekan ini. Minyak Brent ditutup dengan premi $3.85 terhadap WTI.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar