Rabu, 29 Maret 2017

commodity  Commodity

Penurunan Ekspor Arab Saudi Tahan Penguatan Pasar Minyak

Senin, 20 Juli 2015 16:21 WIB
Dibaca 1840

Monexnews - Harga minyak mentah menguat tipis seiring peningkatan jumlah pinjaman baru di China pada bulan lalu dan penurunan tingkat ekspor minyak mentah Arab Saudi di bulan Mei. Namun potensi masuknya ekspor minyak Iran pasca pencabutan sanksi serta masih tingginya valuasi Dollar AS membatasi bullish pasar minyak.

Kenaikan jumlah pinjaman di China, konsumen minyak terbesar kedua dunia, dari 901 miliar Yuan menjadi 1279 miliar Yuan, mengindikasikan optimisme konsumen dan pebisnis menilai posisi finansial mereka. Sementara itu, negara eksportir minyak terbesar dunia, Arab Saudi, membukukan penurunan ekspor dari 7,74 juta barel per hari di blan April, menjadi 6,94 juta barel per hari. Peningkatan konsumsi domestik serta penurunan pesanan dari China menjadikan tingkat ekspor minyak Arab Saudi sentuh level terendah 5-bulan.

Di sisi lain, Dollar AS yang masih bernilai tinggi menyulitkan pasr minyak mempertahankan gain. Dollar sentuh level tertinggi 3-bulan seiring ekspektasi keanikan suku bunga yang semakin kuat membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain. Iran juga menahan penguatan pasar minyak dengan kesepakatan nuklir pada pekan lalu akan membuat negara barat mencabut sanksi ekonomi untuk Iran. Pasar masih menilai simpanan minyak Iran yang siap diekspor sebesar 30 juta barel, walau diperkirakan peningkatan ekspor minyak secara signifikan dari Iran akan butuh waktu beberapa bulan.

Sampai dengan pukul 16:23 WIB, harga minyak berada di level $51.23 per barel, dengan level tertinggi harian $51.56 dan level terendah harian $50.89. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar