Commodity

Penurunan Stok & Musim Badai Mulai Mendorong Harga Minyak

Selasa, 7 Agustus 2012 22:33 WIB
Dibaca 380

Monexnews - Harga minyak mentah diperdagangkan menguat di atas $93 per barrel pada hari Selasa, di tengah merebaknya optimisme bahwa otoritas Eropa akan segera mengambil tindakan lebih lanjut guna membendung krisis hutang. Sementara masih berlanjutnya ketegangan politik di Timur Tengah dan faktor cuaca yang mulai memasuki musim badai turut menjadi pendorong harga minyak.

Kendati belum mengumumkan secara resmi rincian dari rencananya, ECB pada pekan lalu telah mensinyalkan kemungkinan pengaktifan kembali program pembelian obligasi guna menekan biaya pinjaman Spanyol dan Italia.

Meningkatnya kekerasan di Suriah dan konflik Iran dengan blok barat juga masih menyisakan kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak mentah dari kawasan ini. Berlanjutnya aksi kekerasan di Suriah juga telah menyebabkan terjadinya ledakan pada sebuah jalur pipa pengiriman, yang menghentikan ekspor minyak mentah Irak ke Turki dan telah memaksa Perdana Menteri Riad Hijab melarikan diri.

Para investor juga terus memantau setiap perkembangan dari badai tropis Ernesto di Amerika Utara, yang diperkirakan akan menghantam daerah wisatawan di Semenanjung Yucatan, Meksiko, dengan kekuatan yang lebih besar. Namun masih terlalu dini untuk mengetahui apakah badai tersebut akan mengganggu aktivitas ladang minyak dan gas di Teluk Meksiko.

Di samping itu, data persediaan minyak mentah AS yang dijadwalkan rilis hari Rabu juga diperkirakan akan mengalami penurunan untuk 2 minggu berturut-turut sepanjang pekan lalu. Sehingga akan menyediakan dukungan bagi harga minyak mentah untuk beranjak lebih tinggi.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan September diperdagangkan pada kisaran $93.30 per barrel atau sekitar 1,2% lebih tinggi dari harga penutupan kemarin. (vid)

Lihat Disclaimer

Kirim Komentar Anda



Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar