Senin, 23 Januari 2017

commodity  Commodity

Pernyataan Arab Saudi Kembali Tenggelamkan Harga Minyak

Rabu, 28 Januari 2015 8:11 WIB
Dibaca 918

Monexnews - Minyak tergelincir seiring Arab Saudi sinyalkan bahwa negara eksportir terbesar tersebut tidak mau seimbangkan pasar dan perkirakan kenaikan dalam cadangan minyak mentah AS telah meningkatkan spekulasi bahwa minyak global yang melimpah masih akan bertahan.

Kontrak berjangka turun sebanyak 1.7% di New York. Pasokan dan permintaan dan "kebijakan-kebijakan ekonomi akan mempengaruhi harga ," ujar Khalid Al-Falih, CEO dari Saudi Arabian Oil Co pada saat konfrensi pers di Riyadh. Survei Bloomberg melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS yang akan di rilis malam nanti kemungkinan naik untuk pekan ketiga sampai pekan yang berakhir 23 Januari.

Harga minyak mentah pada tahun lalu turun hampir 50% karena AS yang memompa pada laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade dan OPEC menolak seruan untuk mengurangi suplai. Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali AL-Naimi bertemu dengan duta besar Rusia dan Norwegia untuk membahas stabilitas pasar, menurut laporan dari kantor berita Arab Saudi.

Minyak West Texas Intermediate Maret turun sebesar 93 sen menjadi $45.30 per barel di dalam perdagangan elektronik di Nymex dan saat ini bergerak di kisaran $45.35 pada pukul 08.10 wib. Kontrak kemarin naik sebesar $1.08 untuk ditutup di $45.23, itu adalah kenaikan pertama dalam empat hari.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar