Senin, 23 Januari 2017

commodity  Commodity

Pernyataan IEA Bebani Harga Minyak

Selasa, 14 Mei 2013 18:36 WIB
Dibaca 487

Monexnews - Harga minyak mentah berbalik melemah dan turun di bawah $95 per barrel setelah International Energy Agency (IEA) mengatakan bahwa kuatnya produksi minyak di AS diperkirakan akan melampaui pertumbuhan permintaan yang tinggi dari pasar negara berkembang.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Juni ditawarkan pada kisaran $94.80 per barrel atau sekitar 0,6% di bawah harga penutupan kemarin, setelah sempat menyentuh harga tertinggi harian di $95.63 per barrel.

IEA pada hari Selasa mengatakan jika pasar minyak tengah mengalami guncangan penawaran yang positif, seiring laju pertumbuhan produksi minyak di Amerika Utara yang terus bertengger di rekor tertinggi. Lembaga minyak ini juga mempertahankan proyeksi pasokan minyak non-OPEC sebesar 1,1 juta barrel per hari, yang telah menyebabkan penurunan proyeksi permintaan minyak mentah dari Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada kuartal ke-2.

"Melimpahnya pasokan minyak dari Amerika Utara akan menjadi semacam game changer di pasar selama 5 tahun ke depan, seperti halnya kenaikan permintaan China sepanjang 15 tahun terakhir," kata IEA dalam Laporan Pasar Minyak Jangka Menengah.

Laporan IEA ini dikeluarkan menjelang rilis data mingguan persediaan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API), yang kemudian akan diikuti oleh laporan Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar