Kamis, 21 September 2017

commodity  Commodity

Pesimis Jelang OPEC, Saham Sektor Energi Terkoreksi di Asia

Selasa, 25 November 2014 12:16 WIB
Dibaca 762

Monexnews -

Saham-saham berbasis energi dan penambang minyak mengalami koreksi diperdagangan Asia pada hari Selasa (25/11) seiring merosotnya harga minyak mentah dunia menjelang digelarnya pertemuan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) pada hari Kamis (27/11) di Vienna, Austria.

Namun saat ini kalangan pelaku pasar nampak pesimis dengan hasil pertemuan OPEC nanti dimana negara-negara pengekspor minyak tersebut kemungkinan besar tidak akan memangkas produksi mereka.

Ekspektasi tersebut dipertegas oleh para analis di JP Morgan saat bicara di CNBC yang mengatakan bahwa tim manajemen dan riset di OPEC kemungkinan akan mengadopsi pendekatan 'wait and see' dahulu untuk melihat perkembangan selanjutnya terhadap permintaan minyak dunia.

Hari ini harga minyak mentah dunia untuk jenis West Texas Intermediate (WTI) kembali sempat terjerumus ke level $75.45/barrel setelah pada sesi Senin kemarin terperosok hingga $75.43/barrel. Dan sampai dengan hari ini, harga minyak mentah dunia telah merosot sekitar 30% terhitung sejak bulan Juni silam.

Bilamana pertemuan OPEC nanti akhirnya memutuskan tidak mengurangi output-nya, kemungkinan besar harga minyak dunia akan terus menurun bahkan RCMA Capital memperkirakan minyak mentah WTI berpotensi tergerus hingga kisaran $60/barrel.   

Di pasar Asia, PetroChina Co dan China Petroleum & Chemical Corp, dua perusahaan minyak terbesar di Asia, hingga hari ini telah memberikan kontribusi sekitar 70 persen atas penurunan bursa Hang Seng China Enterprises Index di Hong Kong .

Sedangkan indeks utama Sydney - Australia hari ini tergerus 0,7% akibat saham BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang terbesar dunia dan produsen minyak No 1 di negeri Kanguru bagian selatan, anjlok hingga 2,1%. Sementara saham Santos Ltd. terjungkal hingga 6,1%, penurunan terbesar sejak Februari tahun lalu.

Menurut pihak International Energy Agency (IEA), merosotnya harga minyak mentah dunia belakangan ini setidaknya diakibatkan oleh 3 faktor utama yakni menurunnya permintaan minyak dunia, penguatan dollar AS dan ‘booming’ produksi minyak Amerika Serikat.  
(dar)

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar