Jumat, 23 Juni 2017

commodity  Commodity

Profit Taking Akhiri Kinerja Apik Minyak

Rabu, 30 November 2011 15:22 WIB
Dibaca 646

Monexnews - Minyak mentah akhirnya jatuh dari level tertinggi 2-pekan hari ini. Surplus pada laporan persediaan muncul untuk menutup optimisme tentang pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS).

Futures minyak anjlok sebanyak 0,8% pasca kenaikan selama 3 hari terakhir. Penurunan dipicu oleh hasil laporan American Petroleum Institute (API), yang menyebut bahwa tingkat persediaan naik 3,44 juta barel pekan lalu. Padahal harga sempat melonjak kemarin pasca rilis bagus pada laporan kepercayaan konsumen Amerika. Kondisi terbaru di Iran juga memicu spekulasi bahwa perlambatan produksi negara itu akan mengganggu limpahan suplai dari kawasan Arab. "Hari ini tampak profit taking minyak, data API turut membebani prospek bullish," ujar Victor Shum, Senior Principal Purvin & Gertz, seperti dilansir Bloomberg.

Harga minyak mentah pengiriman Januari turun 75 sen ke level $99.04 per barel di sesi perdagangan elektronik NYMEX. Sedangkan kemarin kontrak sempat melambung 1,6% ke level $99.79 atau titik penutupan terbaik sejak medio November. Harga sudah meroket 6,8% sepanjang bulan ini, setelah merangkak sampai 18% pada bulan Oktober dan naik 18% sejak tahun lalu. Saat berita ini dirilis, minyak mentah masih berkutat di $99.05 per barel. 

Sementara itu, varian brent untuk pengiriman Januari turun 14 sen ke level $110.68 di bursa komoditi ICE Futures Europe London. Kemarin, brent ditutup naik 1,7% pada level $110.82. Harga rata-rata brent diprediksi bertengger pada level $100, mengingat produksi minyak Libya akan pulih. Demikian proyeksi harga analis Morgan Stanley hari ini.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar