Sabtu, 21 Oktober 2017

commodity  Commodity

Profit-Taking Bebani Kinerja Minyak

Senin, 21 April 2014 14:32 WIB
Dibaca 712

Monexnews -  Harga minyak turun di sesi Asia, tertekan aksi profit-taking pasca rally kencang belakangan. Meski investor tetap cemas dengan gejolak Ukraina, namun pasar juga mulai antisipasi pulihnya ekspor minyak Libya dan munculnya harapan akan lancarnya negosiasi Barat dengan Irak. Pemerintah Libya telah mencapai kesepakatan dengan pemberontak untuk membuka ke-4 pelabuhan ekspor minyak yang sebelumnya dikuasai oleh pemberontak. Pelabuhan Hariga dan Zueitina akan segera beroperasi normal sedangkan Ras Lanuf dan Es Sider akan mulai aktivitas ekspor minyak dalam sebulan. Kantor berita Iran melaporkan Teheran dan Barat sudah mulai menyusun draft kesepakatan program nuklir Teheran yang akan kembali didiskusikan bulan depan.

Meski demikian, investor masih mencermati perkembangan situasi di Ukraina yang berpotensi menganggu ekspor minyak Rusia ke Uni Eropa. Rusia dan Barat telah mencapai kesepakatan untuk meredakan gejolak di Ukraina namun peristawa penembakan 3 anggota separatis kemarin menimbulkan keraguan atas efektivitas kesepakatan tersebut.  AS dan Eropa telah utarakan akan memberikan sanksi lebih lanjut jika situasi di Ukraina tidak membaik. Di lain pihak, Rusia tetap mengkaji opsi militer jika penduduk pro-Rusia tidak mendapatkan perlindungan dari pemerintah Ukraina. Minyak Nymex kini diperdagangkan $103.22; menjauhi level tinggi harian $103.72. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar