Commodity

Prospek Pemintaan Suram, Minyak Terbenam

Jumat, 10 Agustus 2012 23:25 WIB
Dibaca 376

Monexnews - Komoditas minyak mentah diperdagangkan merosot pada hari Jumat menyusul suramnya prospek permintaan yang dikeluarkan International Energy Agency (IEA). Melambatnya data perdagangan China juga turut meredam optimisme atas langkah stimulus tambahan dari beberapa bank sentral utama dunia, yang mengikis permintaan untuk aset beresiko.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan September ditawarkan pada kisaran $92.75 per barrel atau sekitar 0,65% di bawah level penutupan kemarin. Minyak sempat menyentuh level terendah harian di $91.70 per barrel pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat. Kendati demikian, ‘emas hitam’ masih mampu bertahan di jalur menuju kenaikan mingguan ke-2 berturut-turut.

Data ekonomi China, konsumen minyak terbesar ke-2, menunjukkan ekspor bulan Juli hanya tumbuh 1% dari tahun lalu. Angka tersebut mengindikasikan jika kebijakan pro-pertumbuhan mulai kekurangan traksi dan membutuhkan tindakan kebijakan yang lebih kuat lagi.

"Data ekspor China agak mengecewakan, sehingga pasar meresponnya dengan aksi jual," kata Christopher Bellew, broker minyak pada Jefferies Bache di London.

Di samping itu, para trader juga terus memantau setiap tanda-tanda yang mungkin berpotensi mengganggu operasional instalasi minyak di Teluk Meksiko seiring dimulainya musim badai yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir bulan November. Kabar terbaru menyebutkan jika badai tropis Ernesto melemah setelah menghantam bagian tmur Meksiko, yang meredakan kecemasan akan terganggunya aktivitas produksi minyak di Teluk Meksiko. (vid)

Lihat Disclaimer

Kirim Komentar Anda



Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar