Senin, 24 Juli 2017

commodity  Commodity

Prospek Produksi Libya Membebani Harga Minyak

Selasa, 7 Januari 2014 0:36 WIB
Dibaca 524

Monexnews - Harga minyak mentah menuju penurunan 5 sesi beruntun pada awal pekan ini, seiring prospek kenaikan output minyak Libya terus membayangi sentimen pelaku pasar. Sementara data ekonomi AS yang dirilis hari Senin juga cenderung tidak berpengaruh terhadap pergerakan ‘emas hitam’.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Februari ditawarkan pada kisaran $93.70 atau sekitar 0,4% di bawah harga penutupan hari Jumat.

Produksi minyak mentah Libya diperkirakan akan mengalami peningkatan menyusul berakhirnya aksi blokade di sebuah ladang minyak utama, yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Libya National Oil Corp. pada hari Minggu kemarin mengatakan bahwa ladang minyak El Sharara di bagian selatan negara telah kembali beroperasi dengan memproduksi sekitar 60.000 barrel per hari, dan kemungkinan akan ditingkatkan di masa mendatang. Beberapa ladang minyak lainnya di bagian timur juga telah dibuka kembali seminggu yang lalu.

Di AS, data ekonomi yang mixed nampaknya masih belum merubah outlook permintaan dari konsumen minyak terbesar di dunia. Laporan Institute for Supply Management menunjukkan indeks aktivitas sektor jasa AS merosot menjadi 53% pada bulan Desember. Sedangkan pesanan pabrik AS dilaporkan tumbuh 1,8% pada bulan November. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar