Rabu, 20 September 2017

commodity  Commodity

Proyeksi IMF Bebani Harga Minyak Mentah

Selasa, 9 Juli 2013 22:19 WIB
Dibaca 395

Monexnews - Harga minyak mentah cenderung bergerak melemah pada hari hari Selasa seiring terpukulnya prospek permintaan energi oleh penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global International Monetary Fund. Namun berlanjutnya sejumlah aksi kekerasan di Mesir masih menjaga kekhawatiran tentang potensi gangguan perdagangan minyak di wilayah tersebut, sehingga membantu membatasi pelemahan harga minyak.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Agustus diperdagangkan pada kisaran $103.20 atau sekitar 0,1% di bawah harga penutupan hari Senin.

IMF beberapa waktu lalu telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2% untuk tahun 2013 dan 2014, menjadi masing-masing 3,1% dan 3,8%. IMF juga menurunkan proyeksi pertumbuhan konsumen energi terbesar dunia menjadi 1,7% untuk tahun 2013 dan 2,7% pada 2014, akibat kontraksi fiskal yang lebih kuat.

"Revisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh IMF turut mempengaruhi kompleksitas komoditas minyak mentah," kata Matt Smith, analis komoditas Schneider Electric. "Namun faktor penggerak utama masih tetap datang dari ketegangan geopolitik yang tengah berlangsung di Mesir dan laporan persediaan mingguan AS."

Pelaku pasar minyak terlihat mulai mewaspadai rilis data persediaan minyak AS dari Energy Information Administration (EIA), terlebih setelah data pekan lalu menunjukkan pasokan ‘emas hitam’ AS anjlok 10,3 juta barrel sepanjang minggu yang berakhir pada 28 Juni lalu. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar