Sabtu, 21 Oktober 2017

commodity  Commodity

Risk Aversion Membayangi Perdagangan Minyak Mentah

Jumat, 19 Juni 2015 19:47 WIB
Dibaca 10016

Monexnews - Rebound Dollar AS membebani harga minyak mentah. Investor juga cenderung menghindari pasar minyak mentah yang dianggap lebih berisiko di tengah perundingan utang Yunani yang masih belum berujung dan pembicaraan nuklir Iran yang mendekati tenggat waktu.

Tanpa data ekonomi penting dari AS hari ini, perhatian investor mata uang tertuju pada dampak perkembangan Yunani yang akan kembali dibahas dalam pertemuan darurat Uni Eropa hari Senin, di Brussels. Usaha terakhir penyelamatan Yunani ini membuat sentimen risk aversion, atau menghindari risiko, meningkat dan membuat Dollar menguat.

Investor minyak mentah juga mewaspadai tenggat waktu 30 Juni perundingan Iran dan enam negara utama dunia yang berpotensi mencabut sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Kesepakatan nuklir dapat menambah persediaan minyak mentah global yang sudah melimpah dan menjadi beban utama perdagangan minyak mentah.

Data aktivitas pengeboran minyak AS juga menjadi perhatian investor minyak untuk hari ini. Berdasarkan data Baker Hughes pekan lalu, kini hanya 61% jumlah rig yang aktif di AS dari rekor tertingginya 1609 rig di bulan September dan jumlah rig aktif telah turun selama 27 pekan beruntun.

Sampai dengan pukul 19:45 WIB, harga minyak mentah berada di level $59.92 per barel di dekat level terendah harian $59.78, dengan level tertinggi harian $60.90. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar