Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news GBPUSD turun ke 1.2972 pasca teror bom di Inggris

commodity  Commodity

Sambut Data Penting, Minyak Jaga Performa

Rabu, 31 Juli 2013 13:11 WIB
Dibaca 434

Monexnews - Kontrak berjangka minyak mentah hari ini terpantau stabil dengan kecederungan naik ditengah penantian investor terhadap hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat. Di samping itu, rilis data gross domestic product negara ini juga berpotensi mempengaruhi manuver harga.

Harga minyak saat ini adalah $103.17 per barel atau naik sekitar 10 sen dibandingkan harga penutupan satu hari sebelumnya, $103.16. Kemarin minyak merugi sebanyak 1.4% di NYMEX akibat kekhawatiran soal prospek permintaan sumber energi di masa depan.

Investor menantikan apakah bank sentral Amerika tetap mempertahankan kebijakannya pada pertemuan hari ini. Sepanjang tahun 2013, pergerakan minyak mentah sangat bergantung pada iklim pelonggaran stimulus yang diberlakukan Federal Reserve, sehingga setiap indikasi pencabutannya merupakan ancaman bagi harga. Pergerakan harga komoditi minyak mentah memang tidak terlalu spektakuler tahun ini, 'hanya' naik tidak sampai 6% sejak bulan Januari silam. Namun patut dicatat bahwa prospek harga minyak justru lebih cerah ketimbang aset manapun di masa depan. Terdapat beberapa alasan mengapa minyak akan menguat lagi atau paling tidak mempertahankan posisinya saat di atas $100 per barel. Ketegangan politik di berbagai wilayah produksi semakin intensif dalam beberapa bulan terakhir. Setelah Irak dan Libya, transisi kepemimpinan juga terjadi di Mesir, yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia. Ditambah dengan belum rampungnya 'perang dingin' antara Iran dan blok barat. Jika digabungkan dengan buruknya prospek persediaan dari wilayah Afrika, seperti Nigeria dan Sudan, maka lengkap sudah dukungan fundamental bagi produk minyak mentah. Padahal di sisi lain, tingkat permintaan diyakini terus meningkat tahun ini karena banyak negara sedang menata kembali kebijakan ekonomi berbasis pertumbuhan. Membaiknya kinerja perusahaan akan berdampak pada lonjakan volume permintaan minyak di masa yang akan datang. Namun sekali lagi untuk jangka pendek dan menengah, isu stimulus dan kinerja ekonomi negara maju seperti China dan Amerika menjado motor penggerak utama. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar