Sabtu, 27 Mei 2017

commodity  Commodity

Saudi & Yunani Bebani Kinerja Minyak

Senin, 26 Januari 2015 16:45 WIB
Dibaca 701

Monexnews - Harga minyak melemah di sesi London setelah perkembangan situasi terakhir di Saudi dan Yunani menegaskan kekhawatiran pasar akan outlook melimpahnya supplai dan prospek suramnya permintaan. Dalam pidatonya, Raja Arab Saudi yang baru naik tahta, Salman bin Abdulaziz, menegaskan akan mempertahankan kebijakan pendahulunya dan mempertahankan semua posisi menteri termasuk menteri perminyakan Ali al-Naimi. Pernyataan Salman tersebut sinyalkan Arab Saudi tidak akan memangkas produksinya demi menopang harga minyak yang telah jatuh 50% sejak Juli 2014.

Sementara itu, hasil pemilu Yunani membuat investor cemas dengan masa depan Athena di zona-euro dan prospek pemulihan ekonomi di zona-euro. Hasil quick count menunjukan partai anti-Eropa Syriza memenangkan 149 kursi dari 300 kursi parlemen yang diperebutkan. Investor cemas menghadapi kemenangan partai Syriza karena pimpinan partainya Alexander Tsipras pernah mengancam akan mendorong keluarnya Yunani dari zona-euro jika tidak mendapatkan penghapusan utang dan berakhirnya kebijakan penghematan.  Minyak Nymex kini diperdagangkan $44.92; dekat level rendah 5 tahun $44.20 yang diraih 13 Januari silam.  (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar